Home » Uncategorized » MAKALAH KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN

MAKALAH KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN

on time

Archives

Categories

kalender

December 2012
M T W T F S S
     
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jam

MAKALAH
KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Media Pembelajaran
Dosen Pengampu Wahyu Kurniawati, S.Si.

upy-logo

Disusun oleh:
Nama NPM
Tataq W 11144600144
Tusiyati 11144600145
Ika Novia Erlina 11144600152
Ibnu Oktavian 11144600155

Kelas : A4-11

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2012

DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI ii
BAB I PEMBAHASAN
Klasifikasi Media Pembelajaran 3
Media Pembelajaran Menurut Para Ahli 4
Klasifikasi Media menurut Bretz dan Briggs 5
Karakteristik Media Pembelajaran Berdasarkan Klasifikasinya 8
BAB II KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan 19
Saran 20
SOAL EVALUASI
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PEMBAHASAN

KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
Media digunakan sebagai alat komunikasi yang sering digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan materi dari pengajar kepada peserta didiknya. Dengan media pembelajaran peserta didik akan lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selain itu lebih mudah untuk dipahami. Media pembelajaran mempunyai jenis dan macamnya. Media pembelajaran yang paling sederhana dan murah sampai media yang paling canggih dan mahal harganya. Ada media pembelajaran yang dapat dibuat oleh guru atau pengajar dan ada media pembelajaran yang diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran. Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah.
Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran.Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa.
Media pembelajaran merupakan komponen intruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam dunia pendidikan (misalnya teori/konsep baru dan teknologi), media pendidikan (pembelajaran) terus mengalami perkembangan dan terampil dalam berbagai jenis dan format, dengan masing-masing ciri dan karakteristiknya. Dari sinilah kemudian timbul usaha-usaha untuk melakukan klasifikasi atau pengelompokan media, yang mengarah pada pembuatan taksonomi media pendidikan/pembelajaran.
Berdasarkan pemahaman atas klasifikasi media pembelajaran akan mempermudah para guru atau praktisi lainnya dalam melakukan pemilihan media yang tepat pada waktu merencanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Pemilihan media yang disesuaikan dengan tujuan, materi, serta kemampuan dan karakteristik belajar, akan sangat menunjang efisiensi da efektifitas proses dan hasil pembelajaran.

Media Pembelajaran Diklasifikasikan Menurut Para Ahli
Tujuan pemakaian dan karakteristik jenis media. Terdapat lima model klasifikasi, yaitu :
Menurut Wilbur Schramm
Media pembelajaran digolongkan menjadi media yang rumit, mahal, dan media sederhana. Schramm juga mengelompokkan media menurut kemampuan daya liputan, yaitu: (1) liputan luas dan serentak, seperti TV, radio, dan facsimile; (2) liputan terbatas pada ruangan, seperti film, video, slide, poster audio tape; (3) media untuk belajar individual, seperti buku, modul, program belajar dengan computer dan telepon.
Menurut Gagne
Media diklasifikasi menjadi tujuh kelompok, yaitu benda untuk didemonsrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar bergerak, film bersuara, dan mesin bajat. Ketujuh media pembelajaran tersebut dikaitkan dengan kemampuannya memenuhi fungsi menurut herarki belajar yang dikembangkan, yaitu pelontar stimulus belajar, penarik minat belajar, contoh perilaku belajar, memberi kondisi eksternal, menuntun cara berfikir, memasukkan alih ilmu, menilai prestasi, dan memberi umpan balik.
Menurut Allen
Terdapat Sembilan kelompok media, yaitu visual diam, film, televise, obyek 3 D, rekaman, pelajaran berprogram, demonstrasi, buku teks cetak, dan sajian lisan. Disamping mengklasifikasikan, Allen juga mengaitkan antara jenis media pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Allen melihat bahwa, media tertentu memiliki kelebihan untuk tujuan belajar tertentu tetapi lemah untuk tujuan belajar yang lain. Allen mengungkapkan enam tujuan belajar, antara lain: info factual, pengenalan visual, prinsip dan konsep, prosedur, ketrampilan, dan sikap. Setiap jenis media tersebut memiliki perbedaan kemampuan untuk mencapai tujuan belajar
Menurut Gerlach dan Ely
Media dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri fisiknya atas kedelapan kelompok yaitu benda sebenarnya, presentasi verbal, presentasi grafis, gambar diam, gambar bergerak, rekaman suara, pengajaran terprogram, dan simulasi.
Menurut Ibrahim
Media dikelompokkan berdasarkan ukuran serta komplek, tidaknya alat dan perlengkapannya atas lima kelompok, yaitu media tanpa proyeksi 2 D, media tanpa proyeksi 3 D, media audio, media proyeksi televise, video dan komputer.
(http://mtsmanuwahidhasyimsalafiah.blogspot.com.)

Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi sepuluh golongan sebagai berikut:

No. Golongan Media Contoh dalam Pembelajaran
1.  Audio  Kaset audio, siaran radio, CID, telepon
2.  Cetak  Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
3.  Audio cetak  Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
4.  Proyeksi visual diam  Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)

5.  Proyeksi audio visual diam  Film bingkai (slide) bersuara.
6.  Visual gerak  Film bisu
7. Audio visual gerak Film gerak bersuara, video NCD, televisi
8. Obyek fisik Benda nyata, model, spesimen
9. Manusia dan lingkungan Guru, pustakawan, laboran
10. Komputer CAI (pembelajaran berbantuan komputer) dan CBI (pembelajaran berbasis komputer)
Sumber: http://www.batararayamedia.com

Klasifikasi Media Menurut Bretz dan briggs
Menurut Bretz dan Briggs mengemukakan bahwa klasifikasi media digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu media audio, media visual, media audo visual, dan media serbaneka.
Media Audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran.contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantarany : radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dll.
Media Visual
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu:
Media visual diam contohnya foto, ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rngkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain- lain.
Media visual gerak contohnya gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya.
Media audio visual
Media audiovisual merupakan media yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu:
Media audiovisual diam diantaranya TV diam, film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
Media audio visual gerak diantaranya film TV, TV, film bersuara, gambar bersuara, dll.
Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya : Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya : papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan diorama.
Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya . contoh pemanfaatan realit misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karyawisata dan berkemah.
(http://akirawijayasaputra.wordpress.com.)

Karakteristik Media Pembelajaran Berdasarkan Klasifikasinya
Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji, yaitu:
Kelompok Kesatu: Media Grafik, Bahan Cetak dan Gambar diam.
Media Grafis
Pada prinsipnya semua jenis media dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbul-simbul visual dan melibatkan rangsangan indera penglihatan. Karakteristik yang dimiliki adalah: bersifat kongkret, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja, murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.
Yang termasuk media grafis antara lain :
Grafik, yaitu penyajian data berangka melalui perpaduan antara angka, garis, dan simbol.
Diagram, yaitu gambaran yang sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik yang biasanya disajikan melalui garis-garis simbol.
Bagan, yaitu perpaduan sajian kata-kata, garis, dan simbol yang merupakan ringkasan suatu proses, perkembangan, atau hubungan-hubungan penting.
Sketsa, yaitu gambar yang sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok dari suatu bentuk gambar.
Poster, yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang yang lewat.
Papan Flanel, yaitu papan yang berlapis kain flanel untuk menyajikan gambar atau kata-kata yang mudah ditempel dan mudah pula dilepas.
Bulletin Board, yaitu papan biasa tanpa dilapisi kain flanel.
Gambar-gambar atau tulisan-tulisan biasanya langsung ditempelkan dengan menggunakan lem atau alat penempel lainnya. (http://arifmiboy.blogspot.com. 9/13/2012: 4.28)
Kelebihan Media Grafis
Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Grafis
Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.

Media Bahan Cetak
Media bahan cetak adalah media visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan/printing atau offset. Media bahan cetak ini menyajikannya pesannya melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan. Jenis media bahan cetak ini diantaranya adalah : Buku Teks, Modul, Bahan Pengajaran Terprogram.
Buku Teks, yaitu buku tentang suatu bidang studi atau ilmu tertentu yang disusun untuk memudahkan para guru dan siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Penyusunan buku teks ini disesuaikan dengan urutan (sequence) dan ruang lingkup (scope) GBPP tiap bidang studi tertentu.
Modul, yaitu suatu paket progaram yang disusun dalam bentuk satuan tertentu dan didesain sedemikian rupa guna kepentingan belajar siswa. Satu paket modul biasanya memiliki komponen petunjuk guru, lembaran kegiatan siswa, lembaran kerja siswa, kunci lembaran kerja, lembaran tes, dan kunci lembaran tes.
Bahan Pengajaran Terprogram, yaitu paket program pengajaran individual, hampir sama dengan modul. Perbedaannya dengan modul, bahan pengajaran terprogram ini disusun dalam topik-topik kecil untuk setiap bingkai/halamannya. Satu bingkai biasanya berisi informasi yang merupakan bahan ajaran, pertanyaan, dan balikan/respons dari pertanyaan bingkai lain. ( http://arifmiboy.blogspot.com.)

Kelebihan Media Bahan Cetak
Dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah yang banyak.
Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing-masing.
Dapat dipelajari kapan dan dimana saja karena mudah dibawa.
Akan lebih menarik apabila dilengkapi dengan gambar dan warna.
Perbaikan/revisi mudah dilakukan.
Kelemahan Media Bahan Cetak
Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.
Apabila jilid dan kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.
Media Gambar Diam
Media gambar diam adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media gambar ini adalah foto.

Kelebihan Media Gambar Diam
Dibandingkan dengan grafis, media foto ini lebih konkret.
Dapat menunjukkan perbandingan yang tepat dari objek yang sebenarnya.
Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Gambar Diam
Biasanya ukurannya terbatas sehingga kurang efektif untuk pembelajaran kelompok besar.
Perbandingan yang kurang tepat dari suatu objek akan menimbulkan kesalahan persepsi.
Kelompok Kedua: Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam adalah media visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, dimana hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur gerakan. Karakteristik umum media ini adalah: pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru, cara penyimpanannya mudah (praktis), dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan indera, menyajikan obyek -obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual saja), terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap, lebih mahal dari kelompok media grafis, sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu, sesuai untuk belajar secara berkelompok atau individual, praktis dipergunakan untuk semua ukuran ruangan kelas, mampu menyajikan teori dan praktek secara terpadu, menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak lambat untuk menampilkan obyek/kejadian tertentu (terutama pada jenis media film), dan media film lebih realistik, dapat diulang-ulang, dihentikan, dsb., sesuai dengan kebutuhan.
Media ini memiliki jenis diantaranya : OHP dan OHT, Opaque Projector, Slide, dan Filmstrip.
Media OHP dan OHT
OHT (Overhead Transparency) adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP (Overhead Projector). OHT terbuat dari bahan transparan yang biasanya berukuran 8,5 X 11 inci.
Ada 3 jenis bahan yang dapat digunakan sebagai OHT, yaitu :
Media Pembelajaran
Write on film (plastik transparansi), yaitu jenis transparansi yang dapat ditulisi atau digambari secara langsung dengan menggunakan spidol.
PPC transparency film (PPC= Plain Paper Copier), yaitu jenis transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan mesin photocopy.
Infrared transparency film, yaitu jenis transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan mesin thermofax. (http://arifmiboy.blogspot.com.)
OHP (Overhead Projector) adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan program-program transparansi pada sebuah layar. Biasanya alat ini digunakan untuk menggantikan papan tulis.
Ada dua jenis model OHP, yaitu :
OHP Classroom, yaitu OHP yang dirancang dan dibuat secara permanen untuk disimpan di suatu kelas atau ruangan. Biasanya memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan OHP jenis portable.
OHP Portable, yaitu OHP yang dirancang agar mudah dibawa kemana-mana, sehingga ukuran dan bobot beratnya lebih ringkas (http://arifmiboy.blogspot.com.).

Kelebihan Media OHT/OHP
Dapat digunakan untuk menyajikan pesan di semua ukuran ruangan kelas.
Menarik, karena memungkinkan penyajian yang variatif dan disertai dengan warna-warna yang menarik
Tatap muka dengan siswa selalu terjaga dan memungkinkan siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
Tidak memerlukan operator secara khusus dan tidak pula memerlukan penggelapan ruangan.
Dapat menyajikan pesan yang banyak dalam waktu yang relatif singkat.
Program OHT dapat digunakan berulang-ulang.
Kelemahan Media OHT/OHP
Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan dan penyajiannya.
OHT dan OHP merupakan hal yang tak dapat dipisahkan, karena sebuah gambar dalam kertas biasa tidak bisa diproyeksikan melalui OHP.
Urutan OHT mudah kacau, karena merupakan urutan yang lepas.
Media Opaque Projektor
Opaque Projector atau proyektor tak tembus pandang adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan bahan dan benda-benda yang tidak tembus pandang, seperti buku, foto, dan model-model baik yang dua dimensi maupun yang tiga dimensi. Berbeda dengan OHP, opaque projector ini tak memerlukan transparansi, tapi memerlukan penggelapan ruangan.
Media Slide
Media slide atau film bingkai adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat yang disebut dengan proyektor slide. Slide atau film bingkai terbuat dari film positif yang kemudian diberi bingkai yang terbuat dari karton atau plastik.
Kelebihan Media Slide
Membantu menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan unsur suara.
Merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna, gambar kongkrit.
Program slide mudah direvisi sesuai dengan kebutuhan, karena filmnya terpisah-pisah.
Penyimpanannya mudah karena ukurannya kecil.

Kelemahan Media Slide
Memerlukan penggelapan ruangan untuk memproyeksikannya.
Pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama, jika program yang dibuatnya cukup panjang.
Memerlukan biaya yang boleh dikatakan besar.
Hanya dapat menyajikan gambar yang diam.

Media Filmstrip
Filmstrip atau film rangkai atau film gelang adalah media visual proyeksi diam, yang pada dasarnya hampir sama dengan media slide. Hanya filmstrip ini terdiri atas beberapa film yang merupakan satu kesatuan.
Kelebihan filmstrip dibanding film slide adalah media filmstrip mudah penggandaannya karena tidak memerlukan bingkai, juga frame-frame filmstrip tidak akan tertukar karena merupakan satu kesatuan.
Kelemahan pengeditan dan perbaikan/ revisi filmstrip relatif agak sukar, karena harus dilakukan di laboratorium khusus.

3. Kelompok Ketiga Media Audio
Hakekat dari jenis-jenis media dalam kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan kedalam simbul-simbul auditif (verbal dan/atau non-verbal), yang melibatkan rangsangan indera pendengaran. Secara umum media audio memiliki karakteristik atau ciri sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio). Media audio Meliputi : Media Radio, Media Alat Perekam.
Media Radio
Radio adalah media audio uang penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari suatu pemancar.
Kelebihan Media Radio
Memiliki variasi program yang cukup banyak.
Sifatnya mobile, mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya.
Baik untuk mengembangkan imajinasi siswa.
Dapat lebih memusatkan perhatian siswa terhadap kata, kalimat atau musik, sehingga sangat cocok digunakan untuk pengajaran bahasa.
Jangkauannya sangat luas, dapat didengar oleh massa yang banyak.
Harganya relatif murah.
Kelemahan Media Radio
Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication).
Jika siarannya monoton akan lebih cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.
Program siarannya selintas, sehingga tidak bisa diulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa secara individual.
Media Alat Perekam Pita Magnetik
Alat perekam pita magnetik atau kaset tape recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset audio.
Kelebihan Media Alat Perekam Pita Magnetik
Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Rekaman dapat dihapus dan digunakan kembali.
Mengembangkan daya imajinasi siswa.
Sangat efektif untuk pembelajaran bahasa.
Penggandaan programnya sangat mudah.
Kelemahan Media Alat Perekam Pita Magnetik
Daya jangkauannya terbatas.
Biaya penggandaan alatnya relatif lebih mahal dibanding radio.
Kelompok Keempat: Media Audio Visual Diam
Media audiovisual diam adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan indera pengelihatan, akan tetapi gambar yang dihasilkannya adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak. Kelebihan dan kelemahan media ini tidak jauh berbeda dengan media proyeksi diam. Perbedaannya adalah adanya aspek suara pada media audiovisual diam. Media ini meliputi : media sound slide (slide suara), film strip bersuara, dan halaman bersuara.
Kelompok Kelima : Film (Motion Pictures)
Film disebut juga gambar hidup (motion pictures), yaitu serangkaian gambar diam (still pictures) yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak.
Kelebihan Media Film
Memberikan pesan yang dapat diteima secara lebih merata oleh siswa.
Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses.
Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
Lebih realistis, dapat diulang-ulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan.
Memeberikan kesan mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa.
Kelemahan Media Film
Harga produksinya cukup mahal.
Pembuatannya memerlukan banyak waktu dan tenaga.
Memerlukan operator khusus untuk mengoperasikannya.
Memerlukan penggelapan ruangan.
Kelompok Keenam: Televisi
Televisi adalah media yang dapat menampilkan pesan secara audiovisual dan gerak (sama dengan film). Media ini meliputi : Televisi terbuka (open boardcast television), televisi siaran terbatas/TVST (Cole Circuit Televirion/CCTV), dan video-cassette recorder (VCR).
Media Televisi Terbuka
Media televisi terbuka adalah media audio-visual gerak yang penyampaian pesannya melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari satu stasiun, kemudian pesan tadi diterima oleh pemirsa melalui pesawat televisi.
Kelebihan Media Televisi Terbuka
Informasi/pesan yang disajikannya lebih aktual.
Jangkauan penyebarannya sangat luas.
Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa.
Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses.
Mengatasi keterbatasan ruangdn waktu.
Memberikan kesan mendalam, yang dapat mempengaruhi sikap siswa.
Kelemahan Media Televisi Terbuka
Programnya tidak dapat diulang-ulang sesuai kebutuhan.
Sifat komunikasinya hanya satu arah.
Gambarnya relatif kecil.
Kadangkala terjadi distorsi gambar dan warna akibat kerusakan atau gangguan magnetik.
Media Televisi Siaran Terbatas (TVST)
TVST atau CCTV adalah media audiovisual gerak yang penyampaian pesannya didistribusikan melalui kabel (bukan TV kabel). Dengan perkataan lain, kamera televisi mengambil suatu objek di studio, misalnya guru yang sedang mengajar, kemudian hasil pengambilan tadi didistribusikan melalui kabel-kabel ke pesawat televisi yang ada di ruangan-ruangan kelas.
Kelebihan televisi siaran terbatas ini dibandingkan dengan televisi terbuka diantaranya adalah komunikasi dapat dilakukan secara dua arah (hubungan antara studio dan kelas dilakukan melalui intercom), kebutuhan siswa dapat lebih diperhatikan dan terkontrol.Sedangkan kelemahannya adalah jangkauannya relatif terbatas.
Media Video Cassette Recorder (VCR)
Berbeda dengan media film, media VCR perekamannya dilakukan dengan menggunakan kaset video, dan penayangannya melalui pesawat televisi; sedangkan media film, perekaman gambarnya menggunakan film selluloid yang positif dan gambarnya diproyeksikan melalui proyeksi ke layar.
kelebihan yang dimiliki oleh media televisi terbuka. Selain itu, media VCR ini memiliki kelebihan lainnya yaitu programnya dapat diulang-ulang.Akan tetapi kelemahannya adalah jangkauannya terbatas.
Kelompok Ketujuh : Multi Media
Multi media merupakan suatu sistem penyempaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket. Contohnya suatu modul belajar yang terdiri atas bahan cetak, bahan audio, dan bahan audio visual.
Kelebihan Multi Media
Siswa memiliki pengalaman yang beragam dari segala media.
Dapat menghilangkan kebosanan siswa karena media yang digunakan lebih bervariasi.
Sangat baik untuk kegiatan belajar mandiri.
Kelemahan Multi Media
Biayanya cukup mahal.
Memerlukan perencanaan yang matang dan tenaga yang profesional
(http://magfirahathar.blogspot.com).

BAB II
PENUTUP
Kesimpulan
Dengan media pembelajaran peserta didik akan lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selain itu lebih mudah untuk dipahami. Media pembelajaran mempunyai jenis dan macamnya. Media pembelajaran yang paling sederhana dan murah sampai media yang paling canggih dan mahal harganya. Ada media pembelajaran yang dapat dibuat oleh guru atau pengajar dan ada media pembelajaran yang diproduksi pabrik. Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran.
Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah. Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, didapatkan suatu format klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji: Kelompok Kesatu:
Media Grafik, Bahan Cetak dan Gambar diam.
Kelompok Kedua: Media Proyeksi Diam
Kelompok Ketiga Media Audio
Kelompok Keempat: Media Audio Visual Diam
Kelompok Kelima : Film (Motion Pictures)
Kelompok Keenam: Televisi
Kelompok Ketujuh : Multi Media

Saran
Pemilihan media yang disesuaikan dengan tujuan, materi, serta kemampuan dan karakteristik belajar, akan sangat menunjang efisiensi da efektifitas proses dan hasil pembelajaran.
Melalui penggunaan media pengajaran diharapkan dapat mempertinggi kualitas proses belajar-mengajar yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kulaitas hasil belajar siswa. 
Setiap jenis media memiliki karakteristiknya yang khas, yang dikaitkan atau dilihat dari berbagai segi (misalnya dari segi ekonomisnya, lingkup sasaran yang dapat diliput, dan kemudahan kontrolnya oleh pemakai, menurut kemampuannya membangkitkan rangsangan seluruh alat indera, dan petunjuk penggunaannya untuk mengatasi kondisi pembelajaran).

SOAL EVALUASI

Apakah yang di maksud dengan media pembelajaran?
Dilihat dari tujuan pemakaian dan karakteristik jenis media ada berapa model klasifikasi?
Ada berapa model klasifikasi menurut Bretz dan Briggs?
Jelaskan dengan contoh mengenai media serbaneka?
Setelah tahu tentang teori-teori media pembelajaran, jelaskan suatu media dikatakan memenuhi prasyarat yang layak untuk digunakan!
Berikan argumen Anda tentang guru yang hanya menggunakan media yang monoton, misal buku teks!
Jelaskan hambatan dalam mengupayakan media pembelajaran di sekolah?
Adakah pengaruh prestasi belajar anak, antara menggunakan atau tidak menggunakan media pembelajaran yang kreatif? Jika ada, jelaskan!
Ketika berada di sebuah sikon dengan perlatan terbatas, tentu Anda dituntut kreatif sebagai calon guru SD yang profesional. Buatlah satu media pembelajaran yang murah dan layak untuk digunakan!
Termasuk ke dalam kelompok berapakah media yang sudah Anda buat, dan apa saja kelemahan serta kekurangannya!

DAFTAR PUSTAKA

Aziz. 2011. Makalah Klasifikasi Media Pembelajaran. (Online). (http://mtsmanuwahidhasyimsalafiah.blogspot.com, diakses tagal 13 September 2012)
Arifmiboy. 2009. KlasifikasiMedia Pembelajaran. (Online).
(http://arifmiboy.blogspot.com,diakses tanggal 13 September 2012)
Athar, Muh. 2009. Klasifikasi Media Pembelajaran Menurut. (Online).
(http://magfirahathar.blogspot.com, diakses tanggal 9 September 2012)
Saputra, Akirawijaya. 2012. Pengertian Manfaat Klarisikasi dan Jenis-Jenis Media Pembelajaran. (Online). (http://akirawijayasaputra.wordpress.com, diakses tanggal 9 September 2012)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: